(SMA Cinta Kasih Tzu Chi)
Karya ilmiah
Diajukan untuk memenuhi syarat mengikuti ujian sekolah program studi Ilmu Pengetahuan Sosial dan kelulusan
Disusun oleh :
Valentino Wijaya
XI – IPS 2
SMA Cinta Kasih Tzu Chi
Jakarta Barat
HALAMAN PENGESAHAN
Judul Karya Tulis :
“PENGARUH PELEVELAN KELAS MANDARIN TERHADAP SISWA-SISWI SMA CINTA KASIH TZU CHI”
Disusun untuk memenuhi syarat mengikuti Ujian Sekolah Program studi Ilmiah Pengetahuan Sosial dan Kelulusan.
Disusun oleh :
Valentino Wijaya
(XI IPS 2)
Telah disahkan pada tanggal…..
Oleh :
Guru Pembimbing kepala sekolah
SMA Cinta Kasih Tzu Chi
¬¬¬¬__ ________
Laoshi Mulyawan Pak Purwanto, M.Pd
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan rahmat-Nya saya dapat menyusun karya ilmiah dengan judul “PENGARUH PELEVELAN KELAS MANDARIN TERHADAP SISWA-SISWI SMA CINTA KASIH TZU CHI” dengan lancar.
Penyusunan karya tulis ilmiah ini diajukan sebagai syarat untuk mengikuti uangan akhir semester program studi ilmu pengetahuan sosial dan kelulusan. Penulisan karya tulis ilmiah ini tidak lepas dari dorongan serta dukungan banyak pihak yang sudah memberikan semangat, serta doa. Oleh karena itu saya mengucapkan banyak terima kasih kepada :
- Pihak sekolah dan guru-guru yang sudah memberikan bimbingan dan pembekalan ilmu pengetahuan sehingga saya dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini dengan baik.
- Laoshi mulyawan sebagai pembimbing yang penuh sabar dan ketekunan memberikan saya bimbingan, dorongan, arahan dan saran dari awal hingga karya tulis ini dapat saya selesaikan.
- Siswa-siswi SMA Cinta Kasih Tzu Chi kelas 10-11-12 yang telah banyak membantu dengan cara mengisi angket yang saya bagikan.
- Seluruh keluarga saya yang telah memberikan dukungan dan doa sehingga karya tulis ilmiah ini dapat saya selesaikan dengan lancar.
- Kepada teman-teman dan seluruh pihak yang banyak membantu dalam penyusunan karya ilmiah ini.
Saya menyadari karya ilmiah ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu, dengan segala kerendahan hati, saya mengharapkan kritik dan saran yang telah membangun demi kesempurnaan karya tulis ilmiah ini. Semoga karya tulis ilmiah ini dapat member banyak manfaat kepada para pembaca.
Jakarta, juli 2020
Valentino Wijaya
DAFTAR ISI
Hal
Halaman Pengesahan…………………………………………………………….. i
KATA PENGANTAR………………………………………………. ii
DAFTAR ISI………………………………………………………… iii
BAB 1 PENDAHULUAN………………………………… 1
1.1 Latar Belakang………………………………………… 1
1.2 Rumusan Masalah……………………………………… 2
1.3 Batasan Masalah………………………………………. 2
1.4 Tujuan Penelitian……………………………………… 2
1.5 Manfaat Penelitian…………………………………….. 2
BAB II KAJIAN TEORI………………………………… 3
2.1 Pengertian Pelevelan Kelas Bahasa Mandarin………… 3
2.2 Tinjauan Pustaka………………………………………. 4
2.3 Makna Dasar dari Pelevelan…………………………… 4
2.4 Pengertian singkat Bahasa Mandarin…………………. 5
2.5 Kegunaan dari Pelevelan kelas Bahasa Mandarin……. 5
2.6 Pengelompokkan Siswa / Siswi Berdasarkan Nilai Akademi….….. 6
BAB III METODOLOGI PENELITIAN………………………….. 7
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian……………………………………… 7
3.2 Jenis Penelitian…………………………………………………….. 7
3.3 Populasi dan Sampel Penelitian…………………………………… 7
3.4 Sumber Data………………………………………………………. 8
3.5 Metode Pengumpulan Data……………………………………….. 8
3.6 Teknik Analisis Data……………………………………………… 9
BAB IV HASIL PENELITIAN…………………………………….. 10
4.1 Hasil Jawaban Angket………………………………………………………… 10
4.2 Pembahasan………………………………………………………. 14
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN……………………………. 17
5.1 Kesimpulan……………………………………………………… 17
5.2 Saran…………………………………………………………….. 18
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………… v
LAMPIRAN………………………………………………………… vi
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi memiliki beberapa mata pelajaran di antaranya adalah Matematika, Fisika, Biologi, Sejarah Peminatan, Bahasa Mandarin, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Inggris Peminatan, Sejarah Indonesia, Ekonomi, Agama Buddha, Agama Kristen, dan Agama Islam. Di antara semua mata pelajaran hanya terdapat pelajaran Bahasa Mandarin yang dibedakan menjadi 3 level setiap angkatannya, yaitu: level A, level B1 dan level B2. Setiap levelnya memiliki metode pembelajaran yang berbeda.
Level ini dibedakan berdasarkan kefasihan dalam komunikasi dan kemampuan menulis Hanzi setiap siswanya. Metode pembelajaran di level A, biasanya menggunakan bahasa mandarin setiap harinya. Saat bertanya maupun berkomunikasi antara setiap individunya. Untuk level B1, diwajibkan menggunakan bahasa mandarin ketika praktek sehari-hari. Tetapi, untuk level ini akan diberikan sedikit kelonggaran, dikarenakan ada beberapa murid yang tidak terlalu fasih dalam berkomunikasi. Sedangkan bedanya dengan level B2 adalah level dimana para siswanya belum pernah belajar Bahasa Mandarin. Di SMA Cinta Kasih Tzu Chi, tidak hanya murid dan guru saja yang menggunakan Bahasa Mandarin, akan tetapi para Shi Gu juga menggunakan Bahasa Mandarin dalam kesehariannya. Bahasa Mandarin sekarang ini merupakan bahasa internasional kedua setelah Bahasa Inggris. Oleh karena itu, banyak sekolah di Indonesia sudah memasukkan mata pelajaran Bahasa Mandarin ke dalam kurikulum.
Setiap akhir Tahun Ajaran, nilai dari para siswa akan menjadi bahan pertimbangan para Guru Mandarin dalam pembahasan kenaikan ataupun penurunan level. Di sekolah SMA Cinta Kasih Tzu Chi juga ada memiliki extrakulikuler Bahasa Mandarin atau yang sering disebut dengan Mandarin Club.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat dipaparkan sesuai dengan latar belakang yang telah dijelaskan adalah :
- Tujuan pelevelan bahasa mandarin di Sekolah SMA Cinta Kasih Tzu Chi.
- Mengetahui sistem pengajaran Bahasa Mandarin yang dipakai di sekolah Cinta Kasih Tzu Chi.
- Alasan siswa-siswi sering mengeluh mengenai pelajaran Bahasa Mandarin.
1.3 Batasan Masalah
Batasan masalah di sini adalah sebagai berikut : - Bahasa Mandarin yang ada di SMA Cinta Kasih Tzu Chi.
- Siswa-siswi Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi yang belajar Bahasa Mandarin.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan masalah di sini adalah sebagai berikut: - Untuk mengetahui pendapat siswa-siswi SMA cinta kasih tzu chi tentang pelajaran Bahasa Mandarin di SMA Cinta Kasih Tzu Chi.
- Untuk mengetahui masalah yang dihadapi siswa-siswi dalam belajar Bahasa Mandarin.
- Untuk mengetahui pengaruh minat siswa-siswi mengenai perbedaan level kelas Mandarin.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : - Membuat siswa-siswi untuk bisa lebih memahami sistem pelevelan Bahasa Mandarin SMA Cinta Kasih Tzu Chi.
- Memberikan pemahaman terhadap siswa-siswi bahwa pembelajaran Bahasa Mandarin merupakan hal yang menyenangkan.
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Pelevelan Kelas Bahasa Mandarin
Di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi terdapat pembagian level dalam kelas Bahasa Mandarin. Level tersebut dibagi menjadi 3, yaitu: Level A, B1 dan B2. Pembedaan level tersebut dibagi berdasarkan kefasihan dalam komunikasi dan kemampuan menulis Hanzi setiap siswanya. Cara pengajaran di level A saat ingin meminta ijin maupun berkomunikasi antara setiap siswa-siswinya biasanya menggunakan bahasa mandarin, serta didalam level A memiliki perbedaan cara belajar yaitu terkadang siswa dan siswi diajarkan tentang pribahasa dan juga terkadang tugas yang diberikan berupa nyanyi lagu Bahasa Mandarin dan hal tersebut tentunya sangat berbeda dari setiap level yang ada dan murid yang ada didalam kelas level A biasanya adalah anak yang suka mendengarkan ilmu-ilmu yang diajarkan oleh guru Bahasa Mandarin. level B1 diwajibkan menggunakan bahasa mandarin untuk belajar praktek sehari-hari. Tetapi untuk level ini akan diberikan sedikit kelonggaran, seperti jika seorang anak masih tidak terlalu bisa berbahasa mandarin dia dapat mencapuri Bahasa Mandarin dengan Bahasa Indonesia sedikit demi sedikit dan dengan demikian dapat menjadi lebih lancar dalam Berbahasa Mandarin dan juga didalam setiap BAB diharuskan untuk membuat video percakapan antara 2 orang. Sedangkan bedanya dengan level B2 adalah level dimana para siswanya belum pernah belajar Bahasa Mandarin dan juga cara mengajarnyapun lebih bebas, bebas dalam artian seperti dapat berbicara dalam Bahsa Indonesia dan juga tugas yang diberikan jauh lebih sedikit dari level A dan B1. Di SMA Cinta Kasih Tzu Chi, tidak hanya murid dan guru saja yang menggunakan Bahasa Mandarin, akan tetapi biasanya para Shi Gu dan Shi Bo juga menggunakan Bahasa Mandarin dalam komunikasi sehari-harinya. Bahasa Mandarin sekarang ini merupakan bahasa internasional kedua setelah Bahasa Inggris. Oleh karena itu, banyak sekolah di negara Indonesia telah memasukkan mata pelajaran Bahasa Mandarin ke dalam kurikulum pendidikan.
pelevelan Bahasa Mandarin di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi dibentuk untuk memaksimalkan kinerja guru dan juga agar lebih mempermudah guru untuk mengajari Bahasa Mandarin, dan juga agar setiap individu yang belajar di Sekolah SMA Cinta Kasih Tzu Chi dapat lebih mudah memahami dan dapat mengurangi stress karena tugas yang diberikan sesuai dengan kriteria otak mereka. Para guru juga dapat menjadi lebih fokus dalam mengajar mereka, serta hal tersebut dapat membuat para guru membuat soal menjadih lebih mudah dan cocok untuk mereka.
2.2 Tinjauan Pustaka
Penelitian tentang Bahasa Mandarin pastinya sudah banyak dilakukan oleh banyak orang. Tetapi, penelitian yang bertema “Pengaruh Pelevelan Kelas Mandarin Terhadap Kemampuan Sosial Siswa-Siswi SMA Cinta Kasih Tzu Chi” masih tidak ada orang yang melakukannya. Penelitian mengenai pengaruh Bahasa Mandarin yang dilakukan oleh Valentino Wijaya (2019) dalam tugas Syarat Mengikuti Ulangan Akhir. Tugas syarat tersebut Valentino memaparkan pendapat para siswa-siswi yang berada dalam sekolah SMA Cinta Kasih Tzu Chi tentang Pelevelan Kelas Bahasa Mandarin.
2.3 Makna Dasar Dari Pelevelan
Level memiliki artian umum yaitu untuk mengukur ketinggian dengan batasan ketinggian tertentu. Kebanyakan pengartian level terdapat di dalam meteran tangki, ketinggian air dan karakter dalam dunia game. Akan tetapi di dalam kelas, pelevelan Bahasa Mandarin memiliki arti yaitu untuk membedakan tingkatan Bahasa Mandarin.
2.4 Pengertian Singkat Bahasa Mandarin
Bahasa Mandarin digunakan di berbagai Negara, seperti Tiongkok, Taiwan dan Singapura. Bahasa mandarin telah digunakan selama beberapa dekade dan telah turun-menurun sejak dahulu kala. Di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Bahasa Mandarin memiliki Hanzi dan Pinyin.
Hanzi merupakan bentuk tulisan mandarin yang berupa beberapa garis yang membentuk Aksara Cina. Dan biasanya cara baca Hanzi adalah menggunakan Pinyin yang merupakan gabungan konsonan dan vocal serta nada yang dilafalkan.
2.5 Kegunaan Dari Pelevelan Kelas Bahasa Mandarin
Di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi telah dijelaskan di atas bahwa sekolah ini memiliki suatu sistem di dalam kelas Bahasa Mandarin yang disebut sebagai pelevelan dan di dalam pelevelan tersebut tentunya memiliki fungsinya, fungsi dari pelevelan Bahasa Mandarin diantaranya adalah:
- Agar penilaian dalam Bahasa Mandarin lebih mudah dan juga lebih setara satu sama lain karena pembandingan kemampuan tersebut.
- Pemindahan kelas dalam Bahasa Mandarin dapat membuat pergaulan para siswa dan siswi menjadi lebih erat karena setiap angkatan memiliki 3 kelas dan di dalam kelas mandarin setiap angkatan dipisah-pisahkan menjadi beberapa level.
- Tugas yang diberikan juga berdasarkan level dan dapat meningkatkan kecepatan dari pemahaman siswa dan siswi, dikarenakan level tersebut dibedakan dan juga tentunya tugas-tugasnya juga dibedakan berdasarkan level tersebut, dan hal tersebut tentunya dapat mengurangi tingkat stress dan depresi dari siswa dan siswi karena tekanan yang ada sesuai dengan kemampuan mereka.
- Percakapan dalam kelas Bahasa Mandarin tersebut dapat menjadi lebih nyambung dan lebih dapat dimengerti siswa dan siswi.
2.6 Pengelompokkan Siswa / Siswi Berdasarkan Nilai Akademi
Pelevelan per kelas itu memiliki sama pengartian dengan pengelompokkan. Lalu pengelompokan yang ada dalam kelas Bahasa Mandarin ini adalah pengelompokkan yang berdasarkan dengan nilai akademi dan kesetaraan kemampuan berbahasa Mandarinnya.
Pengelompokkan siswa ini bertujuan untuk membuat guru-guru menjadi lebih mudah mengajari siswa-siswinya dengan cara memisahkan murid yang pintar dan yang kurang pintar. Dengan cara seperti ini materi pembelajaran akan dapat lebih mudah diberikan kepada siswa-siswi tersebut.
• Menurut Purwanto65 Ability Grouping (AG) adalah pengelompokkan siswa dalam kelas yang sama berdasarkan kemampuan akademiknya.yang membedakan siswa pintar dan kurang pintar. Dan jika kedua kelompok yang berbeda tingkat penguasaan nya ini dijadikan satu maka akan terjadi ketimpangan dalam menerima materi pembelajaran.
• Menurut Dee Program AG dari sisi proses belajar mengajar adalah baik dan kondusif dalam rangka mencapai tujuan belajar. Siswa terpacu dan tertantang untuk lebih maju lagi. Target pencapaian nilai akan lebih mudah tercapai. Siswa menemukan pola pebelajara yang sesai dengan tingkat kemampuannya. Guru dapat menerpakan metode yang tepat untuk kelas tepat.
Dari kedua tokoh diatas kita dapat mengetahui bahwa pelevelan itu ada manfaatnya. serta pelevelan seperti yang ada dikelas Bahasa Madarin SMA Cinta Kasih Tzu Chi ini juga dapat membangun seperti program AG tersebut. Dan dapat membuat guru-guru lebih mudah memberikan materi pembelajaran.
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini telah dilakukan di SMA Cinta Kasih Tzu Chi, Cengkareng, Jakarta Barat pada tanggal ….
3.2 Jenis Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif atau penelitian yang memerlukan riset yang bersifat deskriptif.
3.3 Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan populasi atau study sensus (Sabar, 2007).
Menurut Sugiyono, pengertian populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas atau karaketeristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011).
Sampel adalah sebagian dari subyek dalam populasi yang diteliti, yang sudah tentu mampu secara reprensentatif dapat mewakili populasinya (Sabar, 2011).
Sampel adalah bagian atau jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misal karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti akan mengambil sampel dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil harus betul-betul representative (Sugiyono, 2011).
Penelitian ini mengambil siswa-siswi SMA Cinta Kasih Tzu Chi sebagai populasi untuk diteliti pendapat mereka mengenai pelevelan kelas Bahasa Mandarin. Dan dalam penelitian ini akan melibatkan siswa-siswi SMA Cinta Kasih Tzu Chi kelas 10-11-12 yang dipilih secara acak masing-masing 10 siswa dari setiap levelnya, baik MIPA maupun IIS yang berkenan untuk mengisi data-data yang ditanyakan.
3.4 Sumber Data
Dalam penelitian ini, sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian ini adalah sumber data primer yang didapatkan dari hasil angket atau lembar pertanyaan yang dibagikan.
3.5 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian untuk meyusun karya ilmiah ini adalah dengan metode angket. Saya sebagai peneliti memilih menggunakan angket karena menurut saya tidak ada yang lebih mengenal minat, kemampuan, keinginan, dan lain sebagainya dari seseorang selain orang itu sendiri.
Angket sendiri memiliki definisi sebagai berikut:
- Angket merupakan suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan responden untuk mendapatkan jawaban (depdikbud, 1975).
- Kuisioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang tidak memerlukan kedatangan langsung dari sumber data (Dewa Ketut Sukardi, 1983).
- Kuisioner adalah suatu daftar yang berisi pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang/anak yang ingin diselidiki atau responden (Bimo Walgito, 1987).
Dari definisi-definsi di atas, dapat disimpulkan definisi umum dari angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan tertulis yang diajukan pada subyek atau responden untuk mendapatkan jawaban secara tertulis juga.
3.6 Teknik Analisa Data
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini didapat dari hasil jawaban responden pada angket yang dibagikan. Dari data-data tersebut nantinya akan diketahui seberapa besar pengaruh pelevelan kelas Bahasa Mandarin bagi siswa-siswi SMA Cinta Kasih Tzu Chi dan seberapa pentingnya pelevelan kelas bahasa mandarin tersebut.
BAB 4
HASIL PENELITIAN
4.1. Hasil Jawaban Angket
Dari total 38 siswa dan siswi SMA Cinta Kasih Tzu Chi yang mengisi angket tersebut, inilah beberapa soal dan hasil dari angket tersebut :
4.2. Pembahasan
Di dalam pembahasan ini yang akan di bahas adalah mengenai hasil dari survei yang telah di sebarkan kepada murid-murid di kelas 12,11,dan 10 tahun ajaran 2019/2020 di sekolah SMA Cinta Kasih Tzu Chi, dan menjawab dengan pendapat pribadi dari para partisipan yang telah menyelesaikan angket ini.
Dalam peryataan pertama, dengan pernyataan “Saya dan kawan-kawan saya selalu berbicara Bahasa Mandarin”, sebanyak 0% yang menyatakan sangat sesuai, 2% yang menyatakan sesuai, 45% yang menyatakan tidak sesuai, dan 53% yang menyatakan sangat tidak sesuai dari kepribadian. Hal ini bisa saja dikarenakan Bahasa Mandarin merupakan pelajaran yang sulit bagi beberapa orang terutama responden-responden yang telah merespon survei dari angket ini.
Dalam peryataan kedua, dengan pernyataan “saya lebih mengenal kawan-kawan saya saat pelajaran Bahasa Mandarin”. sebanyak 0% yang menyatakan sangat sesuai, 16% yang menyatakan sesuai, 58% yang menyatakan tidak sesuai, dan 26% yang menyatakan sangat tidak sesuai. Hal ini dikarenakan adanya sosialisasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari mereka serta pertemanan yang ada sebelum masuk ke dalam level-level yang dibagikan dalam pelajaran Bahasa Mandarin jadi dapat dikatakan bahwa ini merupakan hasil yang positif karena dapat membantu perkembangan si murid bila dia telah mengenal seseorang dan dapat mengikuti jalan pikiran orang tersebut (orang yang kurang pintar bila berteman dengan orang yang pintar akan dapat memberikan efek positif bila diambil dari sisi positif).
Dalam pernyataan ketiga, dengan pernyataan “Saya suka bercanda di dalam kelas”, sebanyak 26% responden yang menyatakan sangat sesuai, 53% yang menyatakan sesuai, 16% yang menyatakan tidak sesuai, dan 5% yang merasa sangat tidak sesuai dengan kepribadian mereka. Hal ini bisa saja dikarenakan kurangnya kesadaran dalam diri murid-murid tersebut masing-masing dan juga hal ini ada yang berdampak positif serta negatif, positifnya adalah murid-murid dapat dengan rileks mengerjakan tugas-tugas yang di berikan guru dan tanpa merasa tertekan sama sekali akan tetapi negatifnya adalah kelas menjadi berisik dan dapat menganggu konsentrasi siswa/siswi yang ingin belajar dengan tenang.
Dalam pernyataan keempat, dengan pernyataan “Saya sering melamun saat pelajaran Bahasa Mandarin”, terdapat 16% responden yang menjawab sangat sesuai, 32% yang menjawab sesuai, 42% yang menjawab tidak sesuai, serta sisanya 10% yang menjawab sangat tidak sesuai. Di dalam pernyataan ini mayoritas responden menyawab dengan sifat positif (fokus saat pelajaran) jika dapat ditotalkan terdapat 48% yang sering melamun saat pelajaran Bahasa Mandarin dan terdapat 52% yang tetap fokus saat pelajaran Bahasa Mandarin dari pernyataan ini dapat di simpulkan bahwa pelevelan Bahasa Mandarin merupakan hal yang tepat untuk dilakukan agar siswa dan siswi dapat mempelajari sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Serta disini berarti pelajaran Bahasa Mandarin merupakan pelajaran yang lumayan asik untuk dipelajari.
Dalam pernyataan kelima, dengan pernyataan “Saya menjadi lebih baik saat pelajaran Bahasa Mandarin”, sebanyak 8% responden yang menjawab sangat sesuai, 40% yang menjawab sesuai, 39% yang menjawab tidak sesuai, dan 13% yang merasa bahwa dia tidak menjadi lebih baik saat pelajaran Bahasa Mandarin. di sini dapat di katakan bahwa ada 48% siswa/siswi yang mengaku bahwa dia menjadi lebih baik saat pelajaran Bahasa Mandarin baik dalam bidang keilmuannya maupun dalam bidang sikap yang ada saat pelajaran berlangsung dan 52% siswa/siswi yang merasa dia tidak menjadi lebih baik saat menekuni pelajaran Bahasa Mandarin.
Dalam pernyataan keenam, dengan pernyataan “Saya selalu duduk didekat teman yang saya kenal saja dan tidak berminat untuk berteman dengan teman-teman yang lain”, 8% responden menyatakan Bahwa diri dia sangat sesuai dengan pernyataan di atas, 26% yang merespon bahwa mereka sesuai dengan pernyataan yang diberikan tersebut, 55% yang merasa bahwa pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kriteria dirinya, serta 11% yang merasa bahwa pernyataan diatas sangat tidak sesuai dengan pribadi dirinya. Dapat dikatakan bahwa terdapat 66% responden merupakan murid yang suka mengenal orang baru dan sisa 34% murid merasa tidak terlalu penting untuk berteman dengan orang yang tidak dikenalnya.
Dalam pernyataan ketujuh, dengan pernyataan “Saya menjadi lebih akrab dengan teman-teman yang berbeda kelas karena pelajaran Bahasa Mandarin”, sebanyak 8% siswa/siswi yang merasa sangat sesuai dengan pernyataan tersebut dengan artian bahwa ia pelajaran Bahasa Mandarin dapat sebagai tempat untuk mengenal lebih dengan teman-teman mereka yang berbeda kelas, lalu terdapat sebanyak 63% yang menjawab sesuai dengan artian bahwa mereka dapat akrab dengan kelas lain dikarenakan pelajaran Bahasa Mandarin yang dibagi berdasarkan berbagai level yang didalamnya terdapat gabungan beberapa kelas yang dipecah 3 berdasarkan kemampuan masing-masing, serta terdapat 29% responden yang menjawab bahwa pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kriteria dia dan hal tersebut mungkin dikarenakan dia telah akrab dengan murid dari kelas lain sebelum dimulainya pembagian level ataupun dia tidak ingin mengenal akrab kelas lain tersebut, dan terdapat 0% yang merasa sangat tidak sesuai dengan kata lain bahwa hanya terdapat 29% siswa/siswi yang merasa telah akrab/tidak ingin akrab dengan kelas yang lainnya.
Dalam pernyataan kedelapan, dengan pernyataan “Apakah pelajaran Bahasa Mandarin akan berguna di masa mendatang”, tujuan pertanyaan ini di ajukan adalah agar dapat mengetahui apa yang dipikirkan siswa/siswi mengenai kegunaan Bahasa Mandarin di masa mendatang. Sebanyak 89% yang menjawab bahwa pelajaran Bahasa Mandarin dapat berguna di masa mendatang, dan hal ini dapat dikarenakan bahwa Bahasa Mandarin merupakan bahasa Internasional yang paling banyak digunakan di dunia saat ini yang artinya Bahasa Mandarin berada di urutan pertama dan Bahasa Inggris di urutan kedua. Dan sisa 11% menjawab bahwa Bahasa Mandarin tidak akan berguna di masa mendatang mungkin hal tersebut dikarenakan bahwa dalam pergaulan siswa/siswi tersebut tidak terlalu mengenal Bahasa Mandarin jadi hal tersebut dapat dikarenakan oleh teman-teman sosialnya yang mungkin kurang berminat untuk belajar dalam berbahasa Bahasa Mandarin.
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Dari data-data yang berhasil dikumpulkan, dapat disimpulkan sebagai berikut:
- Menurut saya siswa-siswi SMA Cinta Kasih Tzu Chi merasa kesulitan dalam mempelajari Bahasa Mandarin dan hal tersebut menjadi gangguan untuk tidak dapat berkomunikasi dengan teman-teman lainnya dalam Bahasa Mandarin. Hal ini mungkin dikarenakan Bahasa Mandarin memiliki >10.000 kosakata didalamnya.
- Serta pelafalan Bahasa Mandarin juga sulit untuk dimengerti bagi siswa-siswi yang masih kurang mengerti dalam Bahasa Mandarin, akan tetapi mungkin ada beberapa siswa/siswi yang telah mengerti pelajaran Bahasa Mandarin dan didukung oleh orangtuanya untuk berbahasa Bahasa Mandarin di rumah maupun di sekolah.
- Bahasa Mandarin merupakan Bahasa yang harus dipelajari dikarenakan pastinya akan berguna di masa mendatang, misalnya bila kita pergi ke luar negeri seperti ke tiongkok maka kita harus bisa berbahasa Bahasa Mandarin agar dapat pulang kembali ke tempat asal atau bisa saja ada seorang wanita tiongkok yang tertarik dengan kita maka kita akan dapat berbahasa Bahasa Mandarin dan tidak membuat percakapan menjadi canggung.
- Di sekolah SMA Cinta Kasih Tzu Chi memiliki sistem pengajaran yang santai tetapi mudah dimengerti siswa-siswinya dan oleh sebab itu setiap tahun ada >1 siswa/siswi yang dikirim ke Taiwan untuk belajar lebih lanjut di Tzu Chi Taiwan dan siswa/siswi yang dikirim biayanya akan ditanggung oleh sekolah baik dari makanan hingga tempat tinggal oleh sebab itu pelevelan Bahasa Mandarin sangat penting untuk menentukan siswa-siswi yang berbakat agar dapat diberikan beasiswa untuk dikirim ke Taiwan.
5.2. Saran - Jam pelajaran Bahasa Mandarin terutama dalam kosakata seperti Hanzi lebih diefektifkan, seperti memberikan tugas yang mudah dikerjakan namun dapat membuat siswa-siswi tersebut menunjukkan keahliannya dan tidak terbebani.
- Sebaiknya siswa-siswi diberikan dukungan oleh orangtuanya maupun guru-gurunya serta temannya untuk belajar berbahasa Bahasa Mandarin agar bisa berprestasi dalam berbahasa Bahasa Mandarin dapat dapat mengikuti lomba-lomba maupun kompetisi yang ada (bila ada acara).
- Agar pemahaman siswa-siswi tentang pelajaran Bahasa Mandarin dapat lebih ditingkatkan maka harus mengadakan lebih banyak acara-acara yang bersangkutan dengan Bahasa Mandarin seperti salah satu contohnya adalah Mandarin Day. Selain Mandarin Day juga dapat ditambahkan seperti lomba bakat seperti lomba menyanyi dalam Bahasa Mandarin atau lomba drama Bahasa Mandarin.
- Dapat ditambahkan tugas tambahan seperti video yang merekam kita berbicara Bahasa Mandarin di luar sekolah yang sedang berbicara / mewawancara orang yang tidak dikenal.
- Spelling bee Bahasa Mandarin dapat diaktifkan kembali agar dapat membuat siswa-sisiw yang tidak tahu mengenai hanzi/pinyin tersebut dapat lebih giat untuk mencari dari cara tulis sampai dengan arti dari hanzi/pinyin tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Adi Kristanto (Guru Bahasa Mandarin SMA Cinta Kasih Tzu Chi). Bagian pengertian pelevelan bahasa Mandarin SMA Cinta Kasih Tzu Chi. (diwawancara tahun 2019).
Binpodo. 2012. https://sugithewae.wordpress.com/?s=sampel+dan+populasi . Bagian pengertian popilasi dan sampel. (Diakses tahun 2019).
Mulyawan (Guru Bahasa Mandarin SMA Cinta Kasih Tzu Chi). Bagian pengertian singkat bahasa Mandarin dan kegunaan dari pelevelan kelas Bahasa Mandarin. (diwawancara tahun 2019).
Purwanto65. https://www.google.com/amp/s/purwanto65.wordpress.com/2008/07/21/ability-grouping/amp/ Bagian Pengelompokkan Siswa / Siswi Berdasarkan Nilai Akademi. (Diakses Minggu, 19 Juli 2020 Jam 13.48 WIB).
Dee (coretantintadwi) https://www.google.com/amp/s/coretantintadwi.wordpress.com/2011/03/11/ability-grouping-tugas-makul-orientasi-baru-dalam-psikologi/amp/ Bagian Pengelompokkan Siswa / Siswi Berdasarkan Nilai Akademi. (Diakses Minggu, 19 juli 2020 Jam 14.56 WIB).
LAMPIRAN
PENGARUH PELEVELAN KELAS MANDARIN TERHADAP SISWA-SISWI SMA CINTA KASIH TZU CHI
Nama
Kelas
Ss= sangat setuju
S= setuju
Ts= tidak setuju
Sts= Sangat tidak setuju
- Saya dan kawan-kawan saya selalu berbicara Bahasa Mandarin…
a. SS b. S c.TS d.Sts - Saya lebih mengenal kawan-kawan saya saat pelajaran Bahasa Mandarin…
a. SS b. S c. TS d. Sts - Saya suka bercanda didalam kelas…
a. SS b. S c. TS d. Sts - Saya sering melamun saat pelajaran Bahasa Mandarin…
a. SS b. S c. TS d. Sts - Saya menjadi lebih baik saat pelajaran Bahasa Mandarin…
a. SS b. S c. TS d. Sts - Saya selalu duduk dekat dengan teman yang saya kenal saja dan tidak berminat untuk berteman dengan teman-teman lainnya…
a. SS b. S c. TS d. Sts - Saya menjadi lebih akrab dengan teman-teman yang berbeda kelas karena pelajaran Bahasa Mandarin…
a. SS b. S c. TS d. Sts - Apakah pelajaran Bahasa Mandarin berguna untuk masa mendatang?
a. Ya b. Tidak
